Di sisi lain, Rajiv menyoroti keselamatan petugas dan relawan yang terlibat dalam operasi pemadaman. Dia merujuk insiden kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada 15 Oktober 2026, yang menurut laporan Kemenhut menyebabkan empat orang meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka bakar.
Menurutnya, insiden tersebut harus menjadi evaluasi untuk memperketat prosedur keselamatan dalam operasi pemadaman karhutla.
“Duka ini harus menjadi alasan untuk memperketat keselamatan operasi. Pastikan perlengkapan, komunikasi, jalur evakuasi, dan penilaian risiko tersedia. Keberanian petugas dan relawan wajib ditopang sistem perlindungan yang memadai,” ujarnya.
Rajiv turut meminta Kemenhut bersama instansi berwenang menelusuri penyebab kebakaran, mengevaluasi kepatuhan pengelola kawasan, serta menindak setiap pelanggaran berdasarkan bukti. Upaya pemulihan kawasan yang terbakar dan pencegahan kebakaran berulang juga dinilai perlu disertai target serta pengawasan yang jelas.
“Kementerian Kehutanan harus berani memimpin, membuka persoalan yang menghambat penanganan, dan memastikan penyelesaiannya. Masyarakat membutuhkan tindakan cepat, koordinasi yang bekerja, serta pertanggungjawaban yang terukur. Kebakaran ini harus segera diatasi,” pungkasnya.
(Awaludin)
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.