Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kapolri Pesan ke Pedemo Hari Sumpah Pemuda: Jangan Anarkis!

Puteranegara Batubara , Jurnalis-Rabu, 28 Oktober 2026 |11:33 WIB
Kapolri Pesan ke Pedemo Hari Sumpah Pemuda: Jangan Anarkis!
Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto (Foto: Dok Okezone)
A
A
A

JAKARTA – Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memberikan atensi kepada mahasiswa, masyarakat, dan seluruh elemen yang menggelar demonstrasi bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Ia pun berpesan untuk tidak melakukan tindakan anarkis.

"Hari ini ya kita akan tetap melakukan upaya pengamanan, ya, di seluruh Indonesia," kata Suyudi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (28/10/2026).

Suyudi mengklaim kepolisian akan tetap mengedepankan upaya yang humanis, preventif, dan preemtif dalam merespons aksi unjuk rasa.  "Dan juga tentunya kita akan tetap menghargai segala penyampaian di muka umum," ucap Suyudi.

Sebanyak 2.500 mahasiswa yang tergabung dalam aliansi gerakan mahasiswa diperkirakan bakal memadati kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada hari ini. Aksi massa yang dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB tersebut mengusung panggung tuntutan bertajuk #IndonesiaSadar dengan menyuarakan "Lima Perintah Rakyat" (LAPAR).

Kepala Departemen Kajian Strategis BEM UI 2026, Namora Siahaan, mengonfirmasi rencana pengerahan massa tersebut. Ia menyebutkan estimasi jumlah massa yang turun ke jalan diperkirakan mencapai 2.500 orang pada puncak aksi (peak).

"Kami memperkirakan sekitar 2.500 mahasiswa dan elemen masyarakat akan memenuhi kawasan Bundaran HI mulai pukul 02.00 siang esok. Aksi #IndonesiaSadar ini membawa 'Lima Perintah Rakyat' atau LAPAR sebagai bentuk keprihatinan mendalam atas serangkaian kebijakan dan kondisi negara yang makin menjauh dari kepentingan publik," tegas Namora saat dikonfirmasi, Selasa 27 Oktober 2026.

Namora membeberkan lima poin utama tuntutan yang akan disuarakan dalam aksi tersebut. Pertama, Penetapan Bencana Nasional dan Pengusutan Korporasi Lingkungan Mendorong pemerintah segera menetapkan status bencana nasional atas pembakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan, Sumatera, Papua, serta daerah lainnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement