Penumpang lainnya, Sebastián Herrero (46) mengatakan kepada surat kabar El Mundo bahwa dia melihat banyak orang dengan hidung dan lengan patah.
"Benturannya sangat, sangat keras," katanya.
Dirinya pun terombang-ambing di udara selama sekitar empat atau lima detik saat terjadi tabrakan. Sejumlah penumpang mengaku masih terkejut dengan kejadian tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi lokal, seorang penumpang bahkan menangis tersedu-sedu ketika menceritakan seorang perempuan yang sekarat dalam pelukannya.
"Dia kedinginan sekali dan sendirian," katanya.
Puluhan ambulans dikerahkan ke lokasi kecelakaan, sementara sebuah helikopter digunakan untuk mengevakuasi korban dengan luka paling serius. Garda Sipil Spanyol mengatakan, pihaknya membutuhkan sampel DNA dari keluarga korban untuk mengidentifikasi sejumlah jenazah.
"Seluruh Spanyol berduka," kata Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez saat mengunjungi lokasi kecelakaan.