Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Kronologi Bentrokan Berdarah di Pidie Aceh, 1 Orang Tewas dan 19 Terluka

Riyan Rizki Roshali , Jurnalis-Kamis, 05 November 2026 |14:10 WIB
Kronologi Bentrokan Berdarah di Pidie Aceh, 1 Orang Tewas dan 19 Terluka
Kadispenad Brigjen TNI Donny Pramono (foto: Okezone)
A
A
A

Donny menjelaskan, sebelum penertiban dilakukan, anggota TNI-Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

“Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya,” ungkapnya.

Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan Syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya. Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat.

Saat proses penertiban berlangsung di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat hingga terjadi aksi pelemparan batu dan kayu ke arah personel TNI. Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel TNI telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, aparat melakukan tindakan pengamanan secara bertahap. Tindakan tersebut diawali dengan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian dilanjutkan dengan munisi karet.

“Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” imbuhnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement