Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Update! Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh: 2 Pilot Asing Selamat, 1 Kru WNI Hilang

Zakky Mubarok Santosa , Jurnalis-Minggu, 08 November 2026 |19:34 WIB
Update! Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh: 2 Pilot Asing Selamat, 1 Kru WNI Hilang
Helikopter pemadam karhutla jatuh di Sungai Barito (Foto: Ist)
A
A
A

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi insiden jatuhnya helikopter jenis WB Super Puma dengan nomor registrasi VH-HGM di Sungai Barito, Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel), saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Minggu (8/11/2026).

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengungkapkan informasi tersebut berdasarkan laporan awal dari BPBD Kalsel dan Kantor SAR Banjarmasin.

Helikopter itu diawaki tiga orang personel, yakni dua warga negara Australia yang bertugas sebagai pilot, John Page dan Michael John Betteridge, serta satu WNI, Yayan Supriyansuri, yang bertindak sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).

"Helikopter tersebut merupakan helikopter angkut yang digunakan untuk mendukung operasi pemadaman Karhutla. Berdasarkan laporan awal, helikopter membawa tiga orang awak," ujar Berton saat konferensi pers virtual pada Minggu.

Dia menegaskan, hingga saat ini, dua awak helikopter, yaitu John Page dan Michael John Betteridge, telah ditemukan dalam kondisi selamat dan sedang mendapat perawatan medis.

Sementara satu awak lainnya atas nama Yayan Supriyansuri masih belum ditemukan. Proses pencarian intensif oleh tim gabungan dari unsur Basarnas, TNI Angkatan Udara, Polri, Babinsa, serta masyarakat setempat juga masih terus dilakukan.

"Sementara itu, satu orang awak lainnya yaitu Yayan Supriyansuri masih dalam pencarian. Sekaligus ini pembaharuan dari informasi kami sebelumnya, kami memberikan perhatian penuh terhadap upaya pencarian tersebut," tegasnya.

Tim SAR gabungan mengerahkan 18 personel menggunakan kendaraan rescue dan perahu Rigid Inflatable Boat (RIB) yang langsung diterjunkan menuju lokasi dengan jarak sekitar 141 kilometer dari Kantor SAR Banjarmasin.

BNPB menekankan penyebab kecelakaan helikopter belum dapat disimpulkan dan meminta masyarakat agar tidak berspekulasi sebelum ada hasil investigasi resmi dari pihak terkait. "Pada saat ini, penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan. Kami tidak ingin berspekulasi mengenai penyebab kejadian sebelum ada hasil pemeriksaan resmi," ungkapnya.

Lebih lanjut, BNPB akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasi udara, kesiapan teknis armada, kompetensi kru, hingga prosedur pelaksanaan water bombing untuk menjamin keamanan operasi penanganan karhutla selanjutnya.

"Kejadian ini tentu menjadi perhatian serius bagi BNPB, khususnya dalam melaksanakan operasi udara untuk penanganan Karhutla," pungkasnya.

(Arief Setyadi )

News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement