MAGELANG - Banyak cara dilakukan umat Kristiani merayakan Natal. Tanpa mengurangi makna suci atas peringatan kelahiran Kristus, perayaan Natal di Kabupaten Magelang digelar dengan ciri tersendiri.
Saban tahun jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Pepanthan Podosoko, Mertoyudan merayakan Natal dengan aksi sosial, membagi sembako, atau hadiah lain kepada warga sekitar yang tergolong kurang mampu. Tapi untuk peringatan Natal tahun ini kemasan aksi sosialnya dibuat unik. Sinterklas muncul secara misterius dalam setiap perayaan Natal, mengenakan busana ala petani.
Warga Dusun Gledeg, Desa Podosoko, Kecamatan Candimulyo, pun tak menyangka jika pagi kemarin mereka kedatangan Sinterklas yang berpakaian lurik (baju khas Jawa dengan warna cokelat dan bermotif garis), dan berselempang sarung lengkap dengan blangkonnya.
Tentu biasanya Sinterklas mengenakan busana musim dingin yang didominasi warna merah dan putih. Pun demikian dengan jenggotnya yang lebat berwarna putih. Justru kali ini Sinterklas terlihat lebih muda dengan warna jenggot hitam.
“Perayaan natal memang selalu kami lakukan dengan kegiatan kemanusiaan, membantu sesama tanpa memandang perbedaan golongan. Tapi karena sedikit banyak di dusun ini sudah dimulai banyak kegiatan seni dan budaya, maka kami pun berusaha untuk menggelar perayaan yang tetap bernapaskan seni dan budaya tanpa mengurangi makna Natal itu sendiri,” kata Wardoyo, penggagas acara.
Keunikan lain adalah dalam proses pembagian hadiah itu Sinterklas didampingi para kurcaci dengan busana Jawa. Kurcaci-kurcaci itu diperankan oleh gadis-gadis kecil yang tampil dalam busana Jawa. Sepanjang perjalanan mengiringi Sinterklas membagi hadiah, kurcaci-kurcaci cantik ini terus mengumandangkan lagu Natal berbahasa Jawa.
(Muhammad Saifullah )
News Okezone memberikan berita terkini dengan akurat dan terpercaya. Ikuti informasi terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa penting lainnya, langsung dari sumber yang terpercaya.