JAKARTA- Hasil temuan Lembaga Survei Indonesia (LSI) mengenai penilaian ketidakpuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak akan berpengaruh terhadap sikap politik Partai Golkar.
Hal ini diungkapkan Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso usai menyimak hasil survei LSI di Jalan Lembang Terusan, Menteng, Jakarta, Kamis (2/9/2010) malam.
“Apakah kedepan kita akan mereposisi sikap politik, kita belum tahu. Tapi sejauh ini, kita masih ingin menyokong pemerintahan ini sampai akhir periode,” ujarnya.
Hanya saja, Priyo tidak menjamin sikap politik partainya tidak akan berubah. Bila ada pertimbangan khusus bisa saja Golkar keluar dari koalisi pemerintahan. “Bila menurut publik kita harus diluar, kita siap pertimbangkan,” terangnya.
Ia menegaskan saat ini Golkar belum terpikir masalah itu. Pihaknya masih konsentrasi untuk konsolidasi internal dan sekretariat gabungan. “Tapi temuan ini sangat berharga bagi kami,” katanya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, LSI melakukan evaluasi terhadap satu tahun pertama kinerja pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono. Hasilnya, kepuasan publik mulai menurun.
Dalam satu tahun terakhir, sejak Juli 2009 sampai Agustus 2010 masyarakat yang puas dengan kinerja SBY terus menurun. Juli 2009 mencatat rekor tertinggi kepuasan masyarakat atas kinerja presiden yakni sebesar 85 persen dan sejak itu menurun pada November 2009 menjadi 75 persen, menurun lagi pada Januari 2010 menjadi 70 persen dan pada Maret melorot menjadi 65 persen.
Sementara evaluasi tingkat kepuasan terhadap kinerja wakil presiden pada November 2009 tingkat kepuasan masyarakat sebesar 45 persen meningkat menjadi 51 persen pada Januari 2010 dan baik lagi pada Agustus 2010 menjadi 53 persen.
(ful)