getting time...

Keracunan Takjil

Arsenik Dipastikan dari Pembasmi Rumput

Sabtu, 4 September 2010 09:37 wib
Ilustrasi
Ilustrasi

MAKASSAR - Polda Sulselbar akhirnya memastikan kalau zat arsenik yang menyebabkan tewasnya delapan warga di Dusun Salopuru, Desa Passappa, Kec Pujananting, Kab Barru, berasal dari racun pembasmi rumput.

Kepastian ini diperoleh setelah Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Makassar menyelesaikan penelitian mengenai kandungan racun arsenik di dalam sampel hidangan takjil yang dikomsumsi oleh belasan warga.

Kabid Humas Polda Sulselbar Kombes Pol Hery Subiansauri menyebutkan, dari penelitian Tim Puslabfor, cairan beracun ini mengandung lebih dari 1,7 miligram dan berasal dari bubuk pembasmi rumput yang tercampur dengan makanan warga.

Hasil penelitian ini sendiri berhasil disimpulkan setelah petugas melakukan observasi selama 2x24 jam. Lamanya waktu peneletian ini lantaran petugas memeriksa kandungan arsenik dari tiap-tiap sampel makanan.

”Ya memang benar kalau hasilnya sudah keluar. Bisa disimpulkan kalau arsenik yang mematikan tersebut bersumber dari bubuk pembasmi rumput milik warga,” aku perwira tiga melati ini, Jumat (3/9/2010) kemarin.

Namun, polisi belum bisa memastikan penyebab tercampurnya bahan berbahaya ini ke dalam adonan makanan warga. Pasalnya, petugas masih kesulitan memeriksa keterangan korban selamat lantaran masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum (RSU) Dr Wahidin Sudirohusodo, Tamalanrea.

Sementara itu, Kapolres Barru AKBP Darma Lelepadang, yang dikonfirmasi terpisah, hingga kemarin pihaknya masih memeriksa sebanyak lima warga yang berada di lokasi kejadian.

Hanya, mereka yang dimintai keterangannya tidak terlibat langsung dalam pembuatan kue dadar yang dipakai sebagai hidangan berbuka puasa. ”Dua orang saksi kunci yang membuat kue ini masih berada di RS Makassar, jadi kita belum bisa ketahui bagaimana zat ini bisa tercampur. Nantilah kalau kondisinya memungkinkan baru kita periksa,” beber Darma saat dihubungi wartawan.

Kedua saksi korban yang dimaksud adalah Nurlela dan Ani, yang kini masih terbaring lemah di RSU Wahidin. ”Dari mereka inilah kami akan mengorek apa-apa saja yang dicampurkan sebagai bahan makanan pembuat kue dadar.Hanya, kita masih menunggu kondisinya membaik,” tambahnya.

Diberitakan, delapan korban yang meninggal dalam tragedi takjil, Rabu (1/9), masing-masing Mami, Asni, Syamsidar, I Pasau, Iwaleng Ambo Sattu, Rehan, 2, dan Juheni.

Sedangkan ketujuh korban selamat yang saat ini dirujuk ke RS Wahidin Sudirohusodo masing-masing Akbar,Lela, Ambo Tang,Tawe,Aco,Masnia, dan Yusri.

Darma menambahkan, kasus tersebut akan menjadi prioritas Polres Barru, sesuai dengan arahan Kapolda Sulselbar Irjen Pol Johny Wainal Usman. ”Yang jelas kasus ini akan kita usut tuntas, namun sampai sekarang masih dalam tahap penyidikan,” kuncinya.
(Wahyudi/Koran SI/ded)