Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Pompa di Waduk Pluit Rusak, Istana Negara & Balai Kota Terancam Banjir

Taufik Fajar , Jurnalis-Kamis, 14 Juli 2016 |14:15 WIB
Pompa di Waduk Pluit Rusak, Istana Negara & Balai Kota Terancam Banjir
Proses normalisasi Waduk Pluit, Jakarta Utara (Dede/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Empat dari 10 unit pompa di Waduk Pluit, Jalan Inspeksi Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara rusak, akibat kabelnya korsleting, putus, dan mengalami karatan. Kerusakan ini bisa membuat Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta terancam banjir jika hujan deras.

Koordinator Pompa Waduk Pluit, Joko mengatakan, hingga kini belum ada upaya pemerintah memperbaiki kerusakan pompa yang sudah terjadi sejak Januari 2016. Pompa itu berfungsi menyedot dan membuang air ke laut saat debit arus naik terutama ketika hujan deras.

"Ya kalau enggak diperbaiki, dampaknya Istana Negara dan Kantor Balai Kota DKI Jakarta bisa kembali terendam banjir saat hujan turun,” kata Joko kepada Okezone, Kamis (14/7/2016)

Ia mengatakan, beberapa waktu lalu sempat tujuh pompa di sana mati. Meski hanya mati dua jam, permukaan air di Waduk Pluit langsung meningkat hingga 125 sentimeter. “Seharusnya air dibuang ke laut melalui penyedotan pompa, jadi terhambat," papar Joko.

Tak hanya Istana Negara dan Balai Kota DKI Jakarta yang terancam jika pompa air di Waduk Pluit rusak. Namun, kawasan Penjaringan mulai dari Kelurahan Pluit, Angke, Penjaringan, serta Pasar Ikan juga akan terendam jika penyedotan dan pembuang air di sana tak berfungsi.

"Rumah Pak Ahok juga bisa terendam jika terkena limpahan dari Waduk Pluit. Berdoa saja biar enggak hujan sebulan dua bulan ini," pungkas Joko.

 

(Salman Mardira)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement