KEDIRI - Kasus penculikan yang menimpa pemilik toko seluler di Jl Patiunus Kediri mulai menemui titik terang. Satuan Reskrim Polresta Kediri menduga para penculik beserta korban, Arzhanta sedang berada di Surabaya.
Kabag Reskrim Polresta Kediri, Iptu Edy Herwianto mengatakan saat ini tim khusus Reskrim sedang melacak keberadaan pelaku di salah satu tempat di Surabaya. Hal ini terkait dengan keberadaan JN, salah satu pelaku yang diketahui berdomisili di kota tersebut.    Â
"Kemarin tim kami sudah berangkat ke Surabaya untuk melacak mereka. Mudah-mudahan ada titik temu," ujarnya, Sabtu (29/12/2007).
Ia menjelaskan, dari hasil pemeriksaan sementara, motif penculikan tersebut diduga dilatarbelakangi hutang piutang. Maya yang belakangan diketahui adik korban memiliki hutang puluhan juta kepada JN. Kedatangan mereka ke rumah korban untuk menagih uang tersebut. Karena tidak ada, pelaku membawa Arzhanta sebagai jaminan. Sedangkan Maya sendiri saat ini diduga berada di Tanjung Pinang.
Seperti diketahui, Arzhanta menjadi korban penculikan (28/12) saat sedang menjaga toko ponsel bersama istrinya, Christin. Sekitar pukul 18.00 WIB, tiba-tiba datang empat pria mengendarai mobil Isuzu Panther warna silver ke toko miliknya dan menanyakan keberadaan Maya.
Karena kedua suami istri itu tidak bersedia memberitahu mereka, keempat laki-laki tersebut memaksa Arzhanta ke dalam mobil dan membawanya pergi. Christin yang ketakutan dengan keselamatan suaminya melaporkan hal itu ke Mapolresta Kediri. Hingga kini keberadaan korban belum diketahui.
Hingga kini pihak keluarga masih bersikap bungkam kepada wartawan. Mereka tetap menolak memberikan keterangan apapun terkait peristiwa tersebut. Bahkan salah seorang anggota keluarga dengan kasar mengusir beberapa wartawan yang mendatangi rumahnya.