23 Oposisi Yaman Tewas Saat Bentrokan

Aulia Akbar, Jurnalis
Selasa 16 Agustus 2011 20:02 WIB
Foto : Masyarakat adat Yaman (aljazeera)
Share :

SANAA - Sebanyak 23 oposisi Yaman yang merupakan masyarakat adat tewas dalam bentrokan dengan pasukan Yaman di Kota Arhab, yang terletak di bagian utara Ibu Kota Sanaa.

"Sebanyak 23 gerilyawan tewas dalam peperangan dengan pasukan Garda Republik," ujar sumber yang tak mau disebut identitasnya, demikian seperti diberitakan AFP, Selasa (16/8/2011).

Bentrokan tersebut muncul ketika pasukan elit Garda Republik yang dipimpin oleh putra Presiden Yaman, Ahmed Saleh, mendirikan pos di wilayah perumahan. Pasukan Garda Republik langsung memburu gerilyawan tersebut yang ada di daerah pedesaan.

Pasukan Garda Republik Yaman sudah mengalami bentrokan dengan masyarakat adat Yaman di beberapa wilayah. Masyarakat adat juga mendesak Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh yang kini masih menjalani masa penyembuhan di Arab Saudi, agar turun dari jabatannya.

Masyarakat adat memang menjadi salah satu oposisi terkuat di Yaman. Salah satu suku terkuat adalah suku Hashid yang dipimpin oleh Sheikh Sadiq Al Ahmar. Sadiq sebelumnya menyatakan bahwa Presiden Saleh tidak akan kembali selama Sadiq masih hidup.

Namun Presiden Saleh juga menegaskan,dirinya tidak akan pulang ke Yaman dan melakukan transfer kekuasaan bila Sheikh Sadiq Al Ahmar dan Jendral Ali Mohsen Al Ahmar yang merupakan oposisinya masih berada di Yaman.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya