JAKARTA- Kehidupan keluarga Afriani Susanti (29) terlihat mulai berubah sepeninggal ayahanda. Kondisi ekonomi keluarganya pun dinilai menurun ketika sang kepala keluarga meninggal dunia sejak dua tahun yang lalu.
"Dulu sejak ayahnya masih hidup, dia (Afriani) suka mengendarai mobil ayahnya, namun setelah ayahnya meninggal dunia karena sakit mobil tersebut dijual. Mungkin untuk biaya sekolah," ujar Ketua RT 11 RW 07, Sungai Bambu, Jakarta Utara, Bawuk, kepada wartawan di kediamannya, Senin (23/1/2012).
Afriani Susanti, kata Bawuk, adalah anak kedua dari empat bersaudara, pasangan anak dari Susanto dan Yurneli. Di mata Ketua RT, orangtua Afriani dikenal dengan seorang religius yang taat pada agama.
"Orangtua mereka memang taat pada agama, saya enggak tahu pasti pergaulan anak-anaknya di luar seperti apa," tambahnya
Bawuk menambahkan, setelah ayah Afriani meninggal dunia akibat sakit anak-anaknya mulai bekerja, salah satunya Afriani. "Setelah bapaknya meninggal, anak-anaknya mulai bekerja. posisi bapaknya di perusahaan digantikan oleh anak yang pertama," lanjutnya
Kata Bawuk, Afriani berprofesi sebagai produser di salah satu Production House (PH). "Dia kalau tidak salah bekerja ditempat shooting film sebagai asissten produser, sudah dua tahun yang lalu," tutupnya.
(Stefanus Yugo Hindarto)