Mengapa Gunung di Indonesia Kompak Meletus?

Iman Herdiana, Jurnalis
Kamis 20 September 2012 03:00 WIB
Foto: Okezone
Share :

BANDUNG - Baru-baru ini Indonesia dikejutkan dengan letusan gunung api di berbagai tempat dalam waktu yang berdekatan, bahkan nyaris bersamaan.
 
Tercatat Sabtu, 15 September lalu Gunung Lokon di Tomohon Sulawesi Utara meletus. Lalu Gunung Gamalama di Ternate Maluku Utara juga meletus keesokan harinya Minggu, 16 September.
 
Berikutnya Selasa, 18 September 2012 Gunungapi Soputan di Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, juga meletus. Malah gunung ini sempat meletus pada Agustus lalu.
 
Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono menyatakan, meningkatnya aktivitas gunung api di Indonesia sedikit banyak dipengaruhi gempa 7,9 SR di Filipina akibat bergesernya Lempeng Pasifik (Pasific Plate) 31 Agustus lalu.
 
Dia menduga, gempa besar ini yang membuat gunung api di Indonesia "kompak" meletus. Kata Surono, di samping tiga gunung dengan status siaga di atas, saat ini tengah terjadi pembentukan kubah lava di Gunung Karangetang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Pembentukan lavanya makin intens.
 
Surono mengungkapkan setelah gempa di Filipina, Gunung Soputan aktivitasnya mulai naik meski waktu itu belum meletus. Aktivitas Gunung Lokon juga sangat cepat naiknya, juga Gunung Karangetang. Lalu Gunung Gamalama yang dalam tempo sekira enam jam tremor disusul letusan.
 
Sehingga gempa tektonik jauh itu membuat Surono "mendakwa" bahwa pergeseran Pacific Plate sedikit banyak berpengaruh terhadap aktivitas gunung api di Indonesia.
 
"Ini betul-betul suatu hal yang patut dicurigai bahwa saya mendakwa gempa di Filpina itu sedikit banyak dia berpengaruh. Langsung maupin tidak langsung," kata Surono, di Kantor PVMBG Badan Geologi, Bandung, Rabu (19/9/2012).
 
Surono menyebutkan, gunung yang pertama kali meletus setelah gempa Filipina adalah Soputan yang kini kembali meletus. Saat itu pula pertumbuhan kubah lava di Karangetang, kemudian Lokon meletus, dan kemudian diikuti Gamalama.
 
Sekenario bahwa gunung api aktivitasnya meningkat karena dipengaruhi gempa bumi, sebenarnya bukan kali ini saja. Surono menuturkan, ketika gempa yang diikuti tsunami Banyuwangi pada 1994, saat itu terjadi peningkatan aktivitas bukan hanya di Gunung Api Ijen, Banyuwangi, Jawa Timur, tetapi juga terjadi letusan Gunung Semeru dengan luncuran awan panas belasan kilometer.

(Susi Fatimah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya