JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Priyo Budi Santoso menilai, Sistem Informasi Partai Politik (Sipol) yang berada di Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjadi titik lemah dari verifikasi Partai Politik (Parpol).
Menurutnya, ada ketidakadilan terhadap sebuah Parpol karena harus didisklualifikasi lantaran tidak lolos oleh mesin bernama Sipol.
"Kita minta KPU agak fleksibel, tetapi tetap dalam jalur profesional," kata Priyo di Kantor DPP Golkar, Jalan Anggrek Neli, Jakarta Barat, Minggu (20/10/2012).
Priyo menjelaskan, sebenarnya KPU mempunyai niat baik dengan menggunakan Sipol. Namun, dalam pelaksanaannya sering terjadi kesalahan-kesalahan yang seharusnya dihindari.
"Ini karena tidak dibarengi dengan sosialisasi dan pelaksanaan untuk memodernisir seluruh lini dengan cara-cara yang komputerisasi," tuturnya.
Selain itu, kata dia, keterlibatan LSM asing dalam Sipol sangat mengganggu idenpedensi KPU. Priyo mengatakan, keterlibatan LSM asing harus segera dibenahi.
"Saya kira KPU nanti harus membenahi itu semua. Jadi niat yang baik untuk membuat sebuah mesin modern kalau tidak dibarengi dengan kesiapan dari seluruh infranstruktur Parpol yang ada," imbuhnya.
(Tri Kurniawan)