JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) hari ini mengadakan rapat pimpinan dengan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).
Pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut, dihadiri oleh Asisten Sekda Bidang Tata Ruang Wirayatmoko dan Kepala Bappeda Andi Basul membahas masalah tata ruang dan pertanahan di Jakarta.
"Rapat rutin biasa saja. Enggak ada masalah izin-izin, masalah berkaitan dengan tata ruang dan lain-lain yang kita izinkan itu saja," jelas Jokowi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (9/9/2014).
Jokowi mengungkapkan, Pemprov DKI ingin mendirikan bangunan dari Fatahillah ke Sunda Kelapa, Jakarta Barat. Ia merasa semua itu bisa terealisasi bila Ahok kelak naik sebagai Gubernur DKI Jakarta menggantikan dirinya.
"Tinggal realisasi saya kira nanti lebih cepat kalau yang sudah jadi gubernur Pak Ahok," tukas Presiden terpilih ini.
Jokowi memastikan masalah pertanahan lainnya akan lebih cepat ditangani dari pusat. Ia berjanji bila sudah menjadi Presiden akan membantu seluruh masalah terkait pertanahan.
"Nanti cepat dari pusat. Semua sudah ada ngobrol rencana. (nanti bantu-bantu dalam hal) semuanya," terangnya.
Ke depan, menurut Jokowi perizinan tanah melalui Badan Pertanahan Negara (BPN) akan dievaluasi oleh Jokowi dalam kebijakan satu peta. Di mana, nantinya semua berpusat dari satu kementerian terpusat.
"Kalau yang namanya kebijakan satu peta itu buat bahan evaluasi. Semua kementerian pakai satu peta jangan pakai peta sendiri-sendiri. One map policy," tutur suami dari Iriana ini.
(Susi Fatimah)