“Barang barang kosmetik ini ditengarai sudah siap edar, “ terang Siswanto.
Polisi menduga, kosmetik berbahaya itu sudah cukup lama beredar di sejumlah toko kosmetik Kota Tulungagung. Apalagi, harganya relatif terjangkau atau setidaknya lebih murah dibanding produk kecantikan yang dijual dokter kecantikan.
Karenanya, kata Siswanto, tidak tertutup kemungkinan kosmetik itu juga sudah beredar di pasar tradisional dan desa-desa.
“Penyelidikan kita pertama kali juga melalui temuan di salah satu toko di Tulungagung yang menjual produk bersangkutan, “ ujarnya.
Keterangan Sugiono kepada penyidik, dirinya mendapat pasokan dari sales freelance yang berasal dari luar kota. Sales tersebut, kata Sugiono, tidak mengatasnamakan pegawai produk kecantikan yang ia jual.