"Tanah pekarangan miliknya almarhum Mbah Mento dikenal sakti saat masih hidup. Saat mengambil batu tidak ada kerusakan, karena berada di pinggir saluran air bawah pohon sonokeling," ucap Bardi.
Selama ini, kata dia, lokasi tersebut masih dikenal menyeramkan. Masyarakat sekitar tidak mau mengambil sesuatu di tempat itu tanpa mengucap salam atau meminta izin meski tidak ada orang.
"Misal mau cari rumput, biasanya minta izin dalam hati karena dulunya sekitar tanah Mbah Mento dirajah, dipagari dengan doa-doa," jelas bapak dua anak ini.
Berembus kabar bisa mendapat sesuatu yang buruk jika mengambil barang apa pun di sekitar tanah perbukitan milik almarhum Mbah Mento. Hal itu karena semasa hidup, Mbah Mento dikenal sakti dengan memiliki ilmu kanuragan.
"Kalau ada yang ambil kayu saja untuk memasak, kadang perasaannya enggak enak dan disuruh mengembalikan. Tapi kalau sudah nembong (minta izin), biasanya tidak terjadi apa-apa," jelasnya.