Senada diakui Juwanto, putra kedua Bardi, yang menemukan batu dan membawa pulang ke rumah kakaknya. Anto -sapaan akrab Juwanto- menyebut ditemui beberapa ular besar di siang bolong saat hendak membawa pulang batu.
"Saat mau bawa pulang itu banyak rintangan. Ada dua ular sebesar lengan orang dewasa berhenti melintas di depan saya. Saya diam sejenak, dan bilang 'kalau ini rezeki saya, biar saya bawa pulang', tak lama kemudian ularnya jalan menuju semak-semak," cerita Anto.
Jalan dari area perbukitan lokasi penemuan batu menuju jalan kampung yang biasa digunakan melintas cukup jauh, lebih dari 500 meter. Mereka harus menyusuri jalan setapak bebatuan hingga jalan perkampungan.
"Lokasinya itu 'adem' di bawah pohon sonokeling. Akarnya menempel pada batu, saat hendak diambil dengan linggis, batunya terbelah menjadi dua, saat itu saya merinding melihatnya," jelas dia.
(Carolina Christina)