JAKARTA - Ledakan tabung gas di ruang produksi aerosol PT Mandom Indonesia Tbk pada Jumat 10 Juli 2015 menewaskan sedikitnya enam orang dan 54 karyawan luka bakar.
Pihak perusahaan mengaku belum menghitung berapa kerugian akibat ledakan hebat tersebut. Saat ini perusahaan tengah fokus pada santunan korban jiwa yang meninggal dan mengalami luka bakar.
"Kami belum terpikirkan ke arah sana, yang kami pikirkan adalah menyelamatkan para karyawan yang terkena ledakan," kata Presiden Direktur PT. Mandom Indonesia Tbk, Muhammad Makmun Arsyad, Minggu (12/7/2015).
Mengenai kerugian perusahaan, kata Makmun, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian.
"Kami masih menunggu hasil dari polisi. Kami belum bisa beritahu berapa kerugiannya," jelas Makmun. (fal)
(Syukri Rahmatullah)