Inilah Sejarah Singkat Ketandan, Kawasan Pecinan di Yogyakarta

Markus Yuwono, Jurnalis
Senin 08 Februari 2016 08:29 WIB
Foto: Ilustrasi (Dok. Okezone)
Share :

Jika merunut ke belakang, Tan Jin Sing diasuh oleh Oei The Long. Dia sebenarnya anak dari seorang bangsawan Jawa yang meninggal lalu dijadikan anak angkat oleh Oei The Long.

Bapaknya Demang Kalibeber dan Ibunya Ray Patrawijaya merupakan keturunan Sultan Amangkurat dari Mataram. Tan Jin Sing besar di lingkungan Tionghoa. Ia dikenal pandai dan itu terbukti dari tiga bahasa yang berhasil ia kuasai, yaitu bahasa Inggris, Hokian, dan Mandarin. "Ia (Tan Jin Sing) sempat hidup di kelenteng selama 8 bulan," katanya.

Singkatnya, setelah dewasa, Tan Jin Sing menikah dengan anak keturunan Tionghoa yang ayahnya merupakan Kapitan China di Yogyakarta. Sepeninggal mertuanya, Tan Jin Sing lantas diangkat sebagai Kapitan China.

Dalam perkembangannya, Tan Jin Sing dekat dengan Thomas Stamford Bingley Raffles karena kepandaiannya. Ia pun menjadi pengubung antara Sultan Hamengku Buwono III saat diangkat sebagai bupati pada 1813.

Sampai sekarang, atas jasanya namanya diabadikan di sebuah jalan di Yogyakarta. "Ia menempati rumah di sini (Ketandan). Karena beranak turun sehingga dipecah-pecah, akhirnya tanah itu dipisah-pisah," ucapnya.

Tjundaka mengungkapkan, rumah dengan bentuk gaya Eropa, China, dan Jawa tersebut saat ini tinggal sisanya bentuk aslinya di beberapa lokasi di Ketandan karena sudah banyak bagian yang hancur dan rusak. "Dulu Sultan Hamengku Buwono III sempat tinggal di sana," ujarnya.

Nah, nama Ketandan itu dari cerita masyarakat setempat berasal dari kata tondo. Pada 1800-1900 ketandan itu ditinggali petugas pajak keraton yang bertugas sebagai penarik pajak bagi warga Tionghoa yang juga biasa disebut tondo. Inilah dugaan asal penamaan dari Ketandan.

Ada juga sebuah prasati yang ditemukan yang garis besar isinya tugu ini didirikan sebagai kekancingan warga di sana diterima oleh pihak keraton dan pemberian itu bertepatan dengan ulang tahun Hamengku Buwono III.

"Dulu ada cerita sebuah prasasti, tapi saya tidak tahu ditaruh di mana. Apakah sekarang masih ada atau tidak," ucapnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya