Sementara itu, sejarawan dari Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, H Purwanta mengatakan, tokoh Tionghoa seperti Tan Jin Sing merupakan salah satu wujud bagaimana peran bangsa Tionghoa terhadap perkembangan Yogyakarta.
"Memang tidak sedikit, mereka (warga Tionghoa) memberikan kontribusi di Yogyakarta sejak awal Keraton Yogyakarta," ucapnya.
Namun, hadirnya kawasan pecinan di Yogyakarta memang sulit dilacak jika diruntut dari segi peninggalan sejarahnya. Apalagi penelitian sejarah jarang sekali mengungkap fakta mengenai kedatangan mereka ke Indonesia.
"Sejarah Indonesia jarang sekali mengungkap kedatangan warga China ke Yogyakarta dan sejak kapan mereka menetap disini," katanya.
Ketandan merupakan tondo atau dalam masa lalu, nama diberikan kepada siapa saja yang menarik pajak bagi masyarakat atau sekarang disebut retribusi yang diserahkan kepada keraton.
"Kemungkinan namanya itu, berasal dari tondo, nama untuk petugas retribusi," ucapnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)