PHILADELPHIA – Tim kampanye Hillary Clinton menuduh hacker Rusia ikut campur dalam pemilihan presiden Amerika Serikat (AS) dengan melakukan melakukan peretasan surel Konvensi Nasional Partai Demokrat (Democratic National Convention/DNC) dan membocorkannya melalui situs anti-kerahasiaan Wikileaks untuk menciptakan perpecahan dalam partai dan membantu kandidat dari pihak lawan, Donald Trump.
Tuduhan itu disuarakan oleh Robby Mook, manajer kampanye Hillary Clinton yang mengutip pernyataan pakar-pakar yang tidak disebutkan namanya pada Minggu, 24 Juli. Mook mengatakan bahwa Rusia membobol DNC, mencuri dan membocorkan surel-surel tersebut untuk membantu Trump.
“Saya tidak berpikir ini adalah suatu kebetulan surel kami dibocorkan pada malam sebelum konvensi kami di sini,” katanya dalam wawancara dengan CNN yang dikutip dari Guardian, Senin (25/7/2016).
“Ini bukan pernyataan saya, ini adalah yang dikatakan para ahli pada kami,” tambahnya.
Hal ini kembali disuarakan oleh kampanye Clinton dalam pernyataannya: “Ini adalah bukti lebih lanjut bahwa Pemerintah Rusia mencoba mempengaruhi hasil pemilihan.”
Situs anti-kerahasiaan Wikileaks membocorkan lebih dari 19 ribu surel milik Konvensi Nasional Partai Demokrat pada Jumat, 22 Juli 2016 menunjukkan upaya-upaya yang dilakukan oleh petinggi DNC untuk menghalangi kampanye Bernie Sanders, saingan Hillary dalam persaingan memperebutkan posisi kandidat partai.
Menyusul terbongkarnya surel-surel ini ketua DNC Debbie Wasserman Schultz dilaporkan telah didepak dari posisinya dan program DNC. Sanders sendiri mengatakan surel-surel tersebut “memalukan” namun dia tidak terkejut atas hal ini.
(Rahman Asmardika)