Donald Trump dalam kampanyenya pernah menyerukan akan membangun tembok terhadap Meksiko dan menghalangi orang asing berdatangan ke negaranya, untuk mencari suaka atau apa pun. Gara-gara ucapannya ini, status kewarganegaraan istrinya dipertanyakan.
“Dalam beberapa hari terakhir, banyak laporan tak akurat dan informasi yang salah beredar terkait status imigrasi saya pada 1996. Biar saya jelaskan, saya selama ini telah menjalani proses kepindahan warga negara sesuai hukum yang berlaku di negara ini,” terang Melania dalam akun Twitter-nya pada 4 Agustus 2016.
Calon ibu negara AS ini menambahkan, “Pada Juli 2016, saya dengan bangga menjadi warga negara AS. Selama 20 tahun terakhir, saya merasa beruntung telah tinggal, bekerja dan membangun keluarga di negara yang hebat ini. Saya juga telah berbagi cinta suami saya untuk negara kita.” (Sil)
(Rifa Nadia Nurfuadah)