Asep Tewas di Tangan Polisi, Keluarga Diimingi Uang Tutup Mulut

Ferio Pristiawan Ekananda, Jurnalis
Senin 10 Oktober 2016 16:23 WIB
Foto: Ilustrasi
Share :

JAKARTA - ‎Kematian Asep Sunandar (25) bisa dibilang janggal. Bagaimana tidak, setelah ditangkap oleh oknum polisi, ia kemudian ditemukan tak bernyawa di RSUD Cianjur.

Berikut adalah kejanggalan-kejanggalan kematian Asep Sunandar pada 10 September 2016, yang dipaparkan oleh KontraS dan keluarga saat melapor ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Pertama, menurut aktivis KontraS, Arif Nur Fikri, Asep dan kedua temannya pada pukul 04.30 WIB tiba-tiba ditodong pistol dan dibawa secara terpisah dengan kondisi tangan dilakban. Penangkapan itu tanpa adanya surat penangkapan terlebih dahulu

Kedua, Menurut Orang Tua Asep, Titin (49), sekira pukul 11.30 WIB, Asep sudah dalam kondisi tak bernyawa di RSUD Cianjur dengan luka tembak. Namun ketika ditanyai, pihak Rumah Sakit tidak ada yang bisa memberikan informasi pasti mengenai penyebab kematian Asep Sunandar.

Ketiga, tidak boleh ada satupun yang melihat jenazah. Pihak yang diperbolehkan hanya Ibu korban, Titin (49). Keluarga menerima jenazah sudah dalam kondisi tertutup kain kafan karena sudah dimandikan oleh pihak rumah sakit.

"Saya dikasih uang Rp5 juta dan disuruh tanda tangan sama polisi, kemudian dibilangi ‘jangan manjang ya buk, kalau manjang jadi repot nanti’," ucap Titin menirukan kata-kata polisi ketika itu.

Keempat menurut Arif, pihak keluarga dan rekan ingin jenazah diautopsi, namun oleh polisi ketika itu tak memperbolehkan, dengan dalih rumah sakit hanya ada di Bandung.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya