KontraS Sumut yang juga tergabung dalam Tim Advokasi Pers Sumut menyayangkan hanya satu kasus yang disidangkan. Sementara kasus kekerasan itu juga terjadi kepada beberapa jurnalis yang saat itu meliput bentrokan.
"Kita bahkan tidak tahu sudah sejauh mana proses dan perkembangan proses hukumnya," tukasnya.
Dia berharap, momentum satu tahun Tragedi Sari Rejo itu bisa jadi semangat untuk mendesak para penegak hukum menjalankan prosesnya karena beberapa kasus dianggap masih jalan di tempat.
"Jadi bukan sekadar seremonial belaka, lalu pelan-pelan mengikhlaskan. Penegakan hukum adalah satu-satunya jawaban untuk menghapus preseden buruk atas peristiwa kekerasan jurnalis di Sari Rejo," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Forum Jurnalis Medan (FJM), Jonris Purba mendesak agar proses hukum kasus yang mendera para koleganya itu bisa dilaksanakan. Dia pun menuntut agar para pelaku kekerasan diberikan sanksi tegas.