BOGOR - Beberapa hari terakhir, beberapa wilayah di Jakarta Utara terendam banjir rob atau pasangnya air laut. Namun, banjir yang disebabkan fenomena alam 'Supermoon' ini terbilang cukup parah karena air laut menggenangi rumah warga dalam waktu yang lama.
Peneliti dari Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) I Wayan Nurjaya mengatakan lamanya air laut yang menggenangi wilayah Jakarta Utara tersebut dikarenakan banyaknya pemukimam warga dan industri sehingga daya serap air berkurang.
"Kalau yang di Jakarta itu kan 'Supermoon' ya memang fenomena yang normal. Tapi ketika terjadi di daerah pemukimam padat ditambah kegiatan industri ekonomi yang tinggi itu yang menjadi masalah seperti di Teluk Jakarta," katanya, Jumat (8/12/2017).
Selain itu, faktor yang mempengaruhi lamanya air laut tersebut surut adalah kondisi cuaca yang memasuki musim penghujan serta faktor angin dari Laut Cina Selatan ke arah Teluk Jakarta cukup kencang.
"Fenomena ini bersamaan dengan musim penghujan dimana curah hujan jadi tinggi. Lalu faktor klimatologi dimana tekanan angin dari Laut Cina Selatan ke arah Jakarta itu kencang yang membuat air laut tinggi dalam waktu yang lama. Jangan lupa juga di Jakarta pemanfaatan air tanah tinggi jadi tanah Jakarta turun. Komplikasi sekali lah fenomena di Jakara," paparnya.