Sedangkan saat itu hujan dan dan langit gelap, tim penyelam tidak mau menjamin keselamatan penyelam Polda Kaltim. Tim penyelam KLHK turun menggunakan tali referensi dengan diikatkan melalui carabiner spy tetap bersama. Akhirnya penyelam Polda Kaltim tidak jadi ikut.
(Baca juga: Teluk Balikpapan Tercemar Minyak hingga Jadi Lautan Api, Salah Siapa?)
Diungkapkan Menteri LHK, walau dalam suasan hujan dan langit gelap (mendung), 3 orang penyelam yaitu Yusi, Stephen, dan Mahert melalukan pemeriksaan jangkar di bawah air.
Dengan menggunakan senter underwater hingga kedalaman 10 meter, namun dihentikan karena terjadi perubahan arus yang mengakibatkan posisi kapal bergeser arah dan dan rantai jangkar bergesekan dengan body kapal mengikuti perubahan posisi kapal.
Sementara tali referensi diikatkan pada rantai jangkar yang membahayakan penyelam yang bergantung keselamatannya dengan bantuan tali tersebut, sehingga diputuskan untuk naik ke atas permukaan. Sampai kedalaman 10 meter dari dugaan kedalaman 30 meter belum menemukan tanda-tanda yang dapat dianalisa bahwa jangkar tersebu penyebab putusnya pipa pertamina.
“Akhirnya diputuskan, penyelaman dihentikan karena cuaca hari ini tidak mendukung dan data untuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan sementara sudah cukup,” urai Menteri Siti.