Djoko mengaku, pada pagi hari dirinya selalu mengecek mesin-mesin untuk memastikan standar keselamatan dan supaya pengunjung merasa aman serta tidak terbayang-bayang atas insiden terbaliknya salah satu gondola.
“Keselamatan itu hal yang utama yang harus saya jaga. Wahana kalau terlihat tidak terawat dan kotor orang pasti enggak yakin untuk menaikinya. Jadi pengecatan juga kami lakukan selain dari pengecekan mesinnya. Kalau listrik mati, kami juga punya sistem genset yang bisa beroperasi. Jadi pengunjung yang di atas bisa terselamatkan,” ujarnya.
Djoko berharap kejadian di Jogja tidak berimbas pada jumlah pengunjung Sekaten di Solo. Dia pun was-was jika pengunjung takut menaiki wahana bianglala setelah kejadian di Jogja.
“Saya deg-degan, takut pengunjung tidak berani menaiki wahana permainan saya. Ya semoga ketakutan saya salah, tetapi saya berani menjamin wahana permainan bianglala saya aman,” ujarnya.
Selain Djoko, Herlambang, karyawan wahana kora-kora, juga takut kejadian di sekaten Jogja akan berdampak ke Sekaten Solo.