PANDEGLANG – Belum selesai kasus dugaan pungutan liar (pungli) jenazah korban tsunami di Rumah Sakit dr. Dradjat Prawiranegara (RSDP) Serang, kini muncul posko fiktif yang didirikan oleh oknum warga tak terdampak tsunami Selat Sunda.
Kapolpres Pandeglang, AKBP Indra Lutrianto Amstono mengatakan, jajarannya akan mendata ulang posko bencana di lokasi yang terdampak tsunami Selat Sunda agar mengetahui penyaluran bantuan tersebut. Posko fiktif itu diduga bertujuan mendapat bantuan untuk kepentingan pribadi.
(Baca Juga: Pungli Jenazah Korban Tsunami, Plt Direktur RSDP Serang Ngaku Kecolongan)
"Saya menerima laporan dari warga yang mengeluhkan adanya oknum warga yang memanfaatkan kebaikan dermawan untuk kepentingan pribadi," katanya, Selasa (1/1/2018).