Jelang Azan Magrib, Bengkulu Diguncang Gempa 4,1 SR

Demon Fajri, Jurnalis
Selasa 15 Januari 2019 19:21 WIB
Foto Ilustrasi shutterstock
Share :

BENGKULU - Gempa tektonik berkekuatan 4,1 Skala Richter (SR), mengguncang Kabupaten Kaur provinsi Bengkulu, Selasa (15/1/2019). Gempa yang berpusat di Kabupaten Kaur, itu terjadi sekira pukul 18.27 WIB, menjelang azan Magrib untuk wilayah provinsi berjuluk ''Bumi Rafflesia'' dan sekitarnya itu.

Dari hasil analisis BMKG, menunjukkan gempa bumi tersebut berada di episenter pada koordinat 4.92 lintang selatan (LS) dan 102.95 bujur timur (BT), atau tepatnya berlokasi barat daya pada jarak 56 kilometer (KM), pada kedalaman 43 km.

PMG Muda Stasiun Geofisika Kepahiang, Bengkulu, Yoki Gustiawan mengatakan, di lihat dari lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi ini termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal. Di mana gempa tersebut, kata Yoki, akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia, tepatnya di zona Benioff.

(Baca juga: Berpusat di Darat, Gempa 3,8 SR Guncang Kabupaten Tapanuli Utara)

Di mana zona Benioff merupakan zona subduksi lempeng yang memiliki sudut tunjaman yang relatif tajam di bawah lempeng Eurasia. Zona ini di mulai dari lepas pantai di sebelah barat Sumatera hingga terus menukik ke arah timur hingga ke bawah daratan pulau Sumatra.

"Gempa yang berpusat di Kaur tidak berpotensi Tsunami," kata Yoki ketika di konfirmasi Okezone, Selasa (15/1/2019).

(Baca juga: Akibat Gempa di Tapanuli Utara Instalasi Gardu Induk PLN Rusak)

Hingga pukul 19.01 WIB, sampai Yoki, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). Meskipun demikian, Yoki mengimbau, kepada masyarakat kabupaten Kaur dan sekitarnya agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

"Kita meminta agar masyarakat tetap tenang dan waspada," demikian Yoki.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya