JAKARTA – Lahan seluas 13,792 hektare padi terancam gagal panen karena terdampak banjir di Sulawesi Selatan.
Data Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, yang dikutip Okezone dari Antaranews, Rabu (23/1/2019) mencatat, tanaman padi yang terdampak banjir berada di Kabupaten Maros dan Gowa.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulsel, Fitriani di Makassar, mengatakan untuk Kabupaten Maros tercatat sebanyak 8.332 hektare dan Kabupaten Gowa seluas 5.469 hektare. "Semoga air cepat surut dan tidak lebih dari empat hari, sehingga tidak terjadi gagal panen," harapnya.
Untuk banjir di Kabupaten Maros misalnya, kata dia, dari laporan yang diperoleh kerusakan akibat pertanaman padi akibat banjir terjadi di empat kecamatan di Bumi Turikale tersebut.
Ribuan rumah terdampak banjir di 11 kecamatan di Kabupaten Maros Sulawesi Selatan. Masyarakat mengungsi di titik pengungsian dan ke kerabatnya. Pendataan masih dilakukan BPBD. Listrik padam. pic.twitter.com/7dKvXjVpvH
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 23 Januari 2019
Di Kecamatan Mandai dengan luas 1.528 hektare, Kecamatan Maros dengan luas 675 hektare, Kecamatan Tanralili dengan luas 2.182 hektare dan Kecamatan Bantimurung dengam luas 3.964 hektare. Total luasan tanaman padi 8.332 hektare itu dengan umur bervariasi dari 1-7 minggu. Data ini diperoleh dari POPT Tanaman Pangan kecamatan yang berada di Maros.
Baca: Banjir di Gowa Sebabkan 2.121 Warga Mengungsi
Baca: Banjir Menerjang Gowa, 6 Orang Meninggal Dunia
Sementara untuk daerah lain seperti Gowa masih dilakukan pendataan. Data sementara yang diperoleh hingga pukul 11.45 Wita dari tiga kecamatan yakni dengan total 5.460 hektare. Di Kecamatan Bajeng Barat misalnya 1.487 hektare. "Gowa sementara pendataan di empat kecamatan termasuk Parangloe dan Bajeng, totalnya 5.460 hektare. Tetapi kami masih sementara mendata," kata Fitriani.
(Rachmat Fahzry)