Olahan Ayam Geprek ala Caleg Perindo Bikin Warga Bekasi Antusias

Wijayakusuma, Jurnalis
Sabtu 09 Maret 2019 15:47 WIB
Pembuatan Ayam Geprek (Foto: Wijayakusuma/Okezone)
Share :

BEKASI - Kegemaran masyarakat Indonesia makan daging ayam, seakan tak pernah surut. Jika dulu olahan ayam hanya seputar digoreng atau dibakar, kini olahan ayam semakin bervariasi seiring perkembangan zaman. Salah satunya ayam geprek yang cukup menjadi favorit masyarakat saat ini.

Ayam geprek cukup menjadi fenomena karena proses pembuatannya yang berbeda, serta rasanya yang dijamin membuat ketagihan. Melihat respon masyarakat yang suka dengan panganan satu ini, tak heran jika banyak pelaku usaha yang membuka kedai ayam geprek.

Peluang usaha ini pula yang coba ditawarkan caleg Perindo kepada masyarakat melalui pelatihan wirausaha rumahan dan cooking class. Program pemberdayaan masyarakat ini mengajarkan langsung cara pembuatan olahan ayam geprek yang lezat dan higienis.

"Menu yang kami pilih adalah fried chicken dan selanjutnya kita variasi menjadi ayam geprek, karena menu ini memang favorit dan banyak yang meminta karena sangat berpotensi bila digunakan untuk usaha," kata caleg DPR RI Dapil Jabar VI (Kota Bekasi-Depok), Henky Eko Sriyantono di lokasi pelatihan, di Perumahan Margahayu RT 08 RW 20 Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat," Sabtu (9/3/2019).

Baca Juga: Dekati Diri dengan Masyarakat, Caleg Perindo Lakukan Fogging Gratis

Selain menu tersebut, banyak pula peserta yang ingin diajarkan menu lain yang juga menjadi favorit masyarakat, seperti martabak manis, donut, brownies dan bolu gulung. Namun khusus untuk pelatihan, caleg Perindo memilih menu yang memang mendapat permintaan warga paling banyak diantara menu yang lain.

"Tapi kita juga menentukan menu itu berdasarkan daya beli masyarakat saat ini dan trend. Jadi trend saat ini adalah lebih ke arah ayam, jadi lebih favorit. Dari usia kecil, remaja hingga dewasa suka dengan ayam. Lalu urutan kedua itu ada martabak manis, ini juga favorit," ujar praktisi UMKM itu.

Selain memasak, peserta juga dibekali dengan ilmu wirausaha, mulai dari cara menghitung harga pokok produksi (HPP) hingga pemasaran.

"Karena kami memang punya yang namanya digital marketing. Itu salah satu program kami juga disamping wirausaha, kita satukan dengan digital marketing agar memanfaatkan gadget sosial medianya, lebih efektif dan produktif," katanya.

Wasekjen UMKM Perindo itu menegaskan pentingnya higienitas dalam proses pembuatan ayam geprek. Mulai dari tempat, bahan baku, wadah, alat-alat masakan sampai kemasan, seluruhnya harus bersih dari segala kotoran yang menempel yang bisa menyebabkan penyakit.

"Jadi satu rangkaian, satu paket, sehingga hasil proses yang dihasilkan itu benar-benar higienis. Jadi ini pun masalah menjaga kesehatan di lingkungan keluarga juga," katanya.

Sementara, caleg DPRD Kota Bekasi Dapil I (Bekasi Timur- Bekasi Selatan), Ren Refly menyampaikan, kegiatan cooking class yang baru pertama kali digelar di lokasi mendapat sambutan baik warga sekitar. Kegiatan ini sekaligus upaya Perindo untuk mensejahterakan rakyat.

"Yang paling utama itu kita sesuai sama visi misinya Perindo, Indonesia sejahtera. Kita akan bergerak di UKM untuk pedagang-pedagang kecil, mensejahterakan rakyat," kata Ren Refly.

Ke depannya, kata dia, Perindo akan terus mengadakan giat sosial melalui program-program yang sudah sangat dikenal baik oleh masyarakat luas.

"Ke depannya kita akan terus melakukan kegiatan sosial sebanyak-banyaknya, semampu kita untuk membantu masyarakat," ujar Ren Refly.

Baca Juga: Caleg Perindo Makassar Penuhi Permintaan Warga Beri Fogging Gratis

Salah satu peserta pelatihan, Sri Suprapti sangat senang menerima pelatihan memasak ayam geprek yang memang sangat disukai ia dan keluarganya. Jika memungkinkan, ia pun berencana membuka usaha ayam geprek untuk menambah penghasilan rumah tangga.

"Alhamdulillah kita dapat ilmu masak ayam geprek dan sambel korek. Dan kita ke depannya insya Allah kalau ada modal mau dikembangkan untuk usaha, mudah-mudahan. Mau kita terapkan di rumah dulu, kalau sudah merasa enak, berarti kita bisa coba untuk usaha," ucapnya.

Ia dan peserta lain berharap dapat diajarkan menu lain yang lebih bervariasi untuk dijadikan usaha. "Keinginannya saat buka usaha lancar, mudah-mudahan bisa dibantu. Juga bisa diajarkan resep-resep lain biar bervariasi," kata Ren.

(Edi Hidayat)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya