Menurutnya, mayoritas pemilih di lapas tersebut merupakan narapidana kasus narkoba. Sementara jumlah tahanan dan narapidana yang menghuni Lapas Kedungpane mencapai sekira 1.800 warga.
"Sebenarnya sudah kita data semua warga binaan di sini. Namun, rata-rata yang kasus pidana umum dan narkotika (sebagai pemilih). Dominasinya adalah warga binaan narkotika," ulasnya.
Dia menyebut, partisipasi warga binaan pada Pemilu 2019 meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Untuk menjamin keamanan proses pencoblosan pihaknya telah berkoordinasi dengan aparat TNI/Polri.
"Saat ini ada tujuh TPS yang kita sediakan pada 17 April. Animo untuk tahun ini sangat tinggi, ketimbang 2018 yang cuma ada lima TPS," ujar dia.
Baca Juga: 9.430 Pemilih Disabilitas Bakal Nyoblos di Jakarta
(Fiddy Anggriawan )