Warga Australia Tertipu Rp500 Miliar di 2018

ABC News, Jurnalis
Selasa 30 April 2019 09:05 WIB
Penipuan telepon (Shutterstock)
Share :

Salah satu bentuk penipuan yang memakan korban banyak tahun lalu dimana terjadi peningkatan 900 persen adalah jenis penipuan yang disebut "ATO scams".

 Baca juga: Pekerja Seks Minta Prostitusi Bisa Legal di Australia

ATO adalah kependekan dari Australian Tax Office, Kantor Pajak Australia.

Bentuk penipuan yang banyak memakan korban adalah warga menerima panggilan telepon dari suara seperti robot, yang meminta dengan nada mengancam agar mereka menelpon kembali.

"Bila kami tidak menerima telepon Anda, maka akan dikeluarkan perintah penahanan dan Anda akan ditahan," begitu kira-kira bunyi pesan tersebut.

Jenis telepon lain adalah telepon seolah-olah dari petugas ATO yang memberitahu korbanya bahwa mereka berhutang pajak yang besar.

Ketika menelpon, penipu mengatakan perintah penahanan sudah dikeluarkan, dan akan dibatalkan bila korban membeli voucher Apple iTunes seharga ribuan dolar, dan kemudian memberikan kode kepada penipu untuk bisa mencairkan uangnya.

 Baca juga: Turis Hong Kong Ditahan karena Pasang Kamera Tersembunyi di Toilet Perempuan

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya