Menurut Dicky, motifnya karena sakit hati, sehingga pelaku tak terima diduakan oleh suaminya. Aminah pun menyiramkan air panas ke suaminya.
Saat itu, kata Dicky, korban sedang tidur di kamar, kemudian istrinya memasak air dengan menggunakan panci dan kemudian menuangkan ke dalam ember, setelah itu mengangkat ember yang berisi air mendidih masuk ke dalam kamar.
"Jadi ember yang berisikan air panas tersebut kemudian menyiramkan ke tubuh suaminya," jelas Dicky.
Setelah peristiwa itu, korban sempat mendapatkan perawatan medis di RS Takalar lalu dikeluarkan karena tidak mengalami perubahan. Korban kemudian mencoba perawatan tradisional di Kabupaten Takalar, namun akhirnya dinyatakan meninggal dunia beberapa hari kemudiannya.
"Sekitar kurang lebih 6 hari diobati secara tradisional, korban meninggal dunia pada hari Jumat tanggal 19 Juli 2019, kemudian mayat almarhum dibawa ke rumah saudaranya di Jeneponto," sebut Dicky.