JAKARTA - Anggota DPR terpilih dari Fraksi NasDem, Charles Meikyansyah mengaku kaget setelah mendapat kabar meninggalnya Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie. Kata Charles, Indonesia kehilangan bapak bangsa atas wafatnya BJ Habibie.
"Kita kehilangan bapak bangsa yang selama ini menjadi panutan. Innailahi, Pak Habibie," ucap Charles melalui pesan singkatnya, Kamis (12/9/2019).
Menurut Charles, bangsa Indonesia perlu mempelajari keteladanan, pemikiran, serta sikap BJ Habibie untuk mengenang jasa-jasanya. Sebab, Habibie merupakan tokoh yang meletakkan pondasi demokrasi untuk Indonesia.
"Bacharuddin Jusuf Habibie meletakkan pondasi institusionalis yang demokratis. Ini yang menurut saya achivement paling besar pak Habibie bagi bangsa dibanding sebagai bapak teknologi yang selama ini menjadi bencmark bagi Pak Habibie," ucapnya.
Selain itu, Charles juga mengenang sosok Habibie sebagai tokoh yang paling bersar memajukan demokrasi untuk Indonesia di mata dunia. Ditangan Habibie, kata Charles, banyak merubah Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Ditangan pak Habibie, Indonesia melangkah menjadi negara islam yang demokratis paling besar di dunia," ujar Charles.
"Ditangan pak Habibie, Indonesia memulai desentralisasi dari sebelumnya sentralisasi kekuasaan membuat Jakarta sangat dominan dalam menentukan arah politik dan pembangunan di Indonesia," imbuhnya.
Ditambahkan Charles, salah satu keputusan politik terbesar Habibie dalam proses demokrasi yakni mengeluarkan UU Nomor 22 Tahun 1999 dan UU Nomor 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang menandai era baru desentralisasi kekuasaan.
"Desentralisasi, terlepas dari kelemahanya, merupakan eksperimen institutional building yang paling sukses dalam proses demokratisasi di Indonesia," sambungnya..