Jokowi menekankan, pemerintah ingin adanya revolusi konsumen yang mengubah Indonesia tak lagi menjadi bangsa yang konsumtif hingga bangsa yang produktif.
"Menjadi bangsa pasif, hanya menikmati. Revolusi konsumen harus dimanfaatkan sebagai pemacu kita untuk menjadi bangsa yang produsen. Enggak apa-apa ada konsumen, sebelah sini juga kita siapkan diri kita menjadi bangsa produsen, menjadi bangsa produktif dan menjadi bangsa yang terus aktif berinvonasi," jelasnya.
Kepala Negara ingin Indonesia memenangkan persaingan dalam perebutan pasar dunia. Revisi UU juga ditargetkan untuk memudahkan investasi global masuk ke Tanah Air.
"Investasi harus lebih banyak membuat pengusaha-pengusaha muda bisa menguasai berbagai bisnis, suplai yang baru yang memiliki teknologi yang lebih tinggi, yang bergerak di berbagai bidang. Seperti periklanan, perhotelan, konstruksi, distribusi, e-commerce dan masih banyak lagi," tandasnya.
(Awaludin)