Kalangan generasi muda, seperti mahasiswa mesti berkontribusi untuk mewujudkan demokrasi yang sehat, utamanya dalam menyampaikan aspirasi. Diakuinya, demonstrasi sesuatu yang lumrah, tapi baiknya dilakukan dengan cara yang elegan dan memperkuat data dalam mengkritik.
"Jadi, adik-adik harus menjadi contoh bagi generasi muda lainnya dengan demo secara tertib. Jadi, jangan anggap polisi itu sebagai lawan apalagi musuh, bangunlah komunikasi yang baik," tutur Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial dan Budaya itu.
Fadil menawarkan pendekatan saling menghargai atau mutual respect antara polisi dan mahasiswa. Baik polisi maupun mahasiswa itu sama-sama aset bangsa, jadi jangan saling memusuhi.
"Ini juga sering saya sampaikan terhadap anggota Polri. Mudah-mudahan melalui forum PGK ini terbentuk tim kecil relasi polisi-mahasiswa yang menjadi amal ibadah bagi kita semua," ujarnya.
Sementara Ketua Umum DPP PGK Bursah Zarnubi, generasi muda harus memperkuat literasi dengan membaca buku. Bila di setiap desa ada satu perpustakan dan generasi mudanya gemar membaca, maka akan terjadi lompatan kemajuan peradaban bangsa, karena buku adalah jendela dunia.
"Buku itu membuka jendela dunia, kalau tidak baca buku, maka akan gelap melihat dunia. Jadi, bacalah buku minimal 8 jam sehari. Kalau itu dilakukan 20 tahun lagi Anda akan jadi orang hebat," katanya.
(Arief Setyadi )