Upaya Pemkot Surabaya Atasi Banjir
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Surabaya, M Fikser menjelaskan, Pemkot Surabaya belum mampu membuat box culvert yang besar seperti standar agar setiap hujan air bisa segera disalurkan. Pihaknya masih komunikasi dengan pengembang pemilik areal untuk memasang box culvert.
"Kita harus bongkar pagar untuk pasang box culvert sekitar 2 meter di situ. Kepala Dinas PU sudah tiga kali berkomunikasi dengan mereka, tapi belum ada titik temu. Kita ingin di situ pasang box culvert, pagarnya nanti kita bongkar setelah itu kita bangun kembali," kata mantan Kabag Humas Pemkot Surabaya itu.
Menurut Fikser, sebenarnya air di ujung kawasan Jalan Mayjen Sungkono tersebut semua akan ditarik ke rumah pompa Gunungsari. Di rumah pompa Gunungsari ada empat pompa kapasitas tiga kubik dan dua pompa sela kapasitas setengah kubik.
"Ini berfungsinya untuk menarik air di kawasan Jalan Mayjen Sungkono dan sekitar ke rumah pompa. Kemudian air dibuang ke Sungai Surabaya," katanya.
Banjir Surabaya Ramai di Medsos
Pemkot Surabaya meminta netizen yang mengunggah gambar banjir di media sosial (medsos) fair. Sebab, unggahan soal banjir Surabaya di medsos membuat heboh dan dapat menimbulkan mispersepsi.
"Kan harus fair. Kalau orang fotonya hari itu naik. Yang foto harus fair kalau sudah kering harus di-upload juga. Memang ada genangan, kita akui faktanya ada, tapi cepat teratasi seiring hujan selesai," kata Fikser.
Menurut Fikser, kata banjir menimbulkan persepsi yang lain di masyarakat. Sebab, sambung Fikser, apa yang terjadi kemarin adalah genangan. Karena selesai hujan turun, airnya juga surut.
"Sekitar 1 jam surut. Memang banyak faktor penyebab genangan salah satunya adanya sumbatan. Teman-teman bekerja terus. Pasukan dikerahkan di lapangan untuk membantu masyarakat. Siapa tahu ada masyarakat yang kendaraannya macet atau mogok, ya dibantu," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)