Meski hanya sekali, kerasnya suara letusan itu pun membuat seisi kantor Kejati Bali langsung berubah gaduh.
Sejumlah petugas langsung berlari ke arah toilet. Begitu pintu toilet yang memang tidak terkunci itu dibuka, Tri ditemukan sudah dalam kondisi bersimbah darah dengan posisi terduduk di lantai toilet.
Darah segar mengalir dari kemeja putih yang dikenakannya. Nyawa Tri tidak tertolong saat dievakuasi ke Rumah Sakit Bross yang berjarak kurang dari satu kilometer dari kantor Kejati.
"Kami sudah mendapat konfirmasi dari rumah sakit kalau dia telah meninggal," pungkas Asep.
(Awaludin)