Dalam penyerangan di kampung Atkari itu, menurut Ketua Relawan KOKO, Charles Imbir, dipimpin oleh seorang oknum anggota DPRD Raja Ampat berinisial FM, dan beberapa orang rekannya masing-masing, MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, dan AJ.
"Kronologi kejadian, dimana sekitar pukul 23:15 WIT, setelah mengakhiri sosialisasi Kolom Kosong di kampung Atkari, Tim Sosialisasi Relawan Kolom Kosong yang di dampingi Pengurus Aliansi Raja Ampat Bersatu (ARAB), mendapat serangan dari sekelompok orang yang diduga dari Tim kandidat FOR 4 disaat Tim Sosialisasi Kolom Kosong sedang beristirahat untuk menikmati hidangan makan malamm" kaya Charles Imbir, kepada Okezone.
"Kelompok yang menyerang Tim Sosialisasi Kolom Kosong menurut keterangan saksi yang ada di tempat kejadian perkara itu antara lain berinisial MD, SM, RB, LS, LE, HW, RU, FM, dan AJ," tuturnya.
Sementara itu, Kapolres Raja Ampat, AKBP Andre Manuputty membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurut Andre, peristiwa ini berawal dari adanya sosialisasi yang dilakukan oleh relawan Kotak Kosong di kampung Atkari. Namun tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang.
"Informasi awal yang diterima, Tim Sosialisasi Relawan Kotak Kosong bergerak ke Kampung Atkari, Distrik guna melaksanakan sosialisasi untuk Kotak Kosong, kemudian pada saat beristirahat mereka (Tim Koko) ada sekelompok orang mendatangi dan mengancam serta terjadi pemukulan sekitar jam 11 malam minggu berdasarkan informasi. Sehingga korban memutuskan kembali ke waisai untuk membuat laporan polisi di Polres Raja Ampat," kata Andre.
"Namun, ada beberapa pendukung dari relawan KOKO yang berada di Waisai telah mendengar ada pemukulan tersebut, maka mereka melakukan aksi balasan dengan menyerang Posko pemenangan Paslon AFU-ORI," tambahnya.