Setelah adanya aturan itu, Suharjito berkeinginan melakukan budidaya dan ekspor BBL. Suharjito pun berinisiatif menemui Edhy Prabowo di rumah dinas menteri di Jalan Widya Chandra, Jakarta Pusat.
Kemudian, Edhy memperkenalkan Suharjito ke staf khusus menteri KKP bernama Safri. Edhy meminta agar Suharjito berkoordinasi dengan Safri dan Dalendra Kardina selaku Sekretaris Pribadi Safri.
Edhy Prabowo kemudian menerbitkan tim uji tuntas Perizinan Usaha Perikanan Budidaya Lobster (Panulirus spp) dengan menunjuk Andreau Misanta Pribadi sebagai ketuanya dan Safri wakilnya. Mereka bertugas memeriksa kelengkapan administrasi dan validitas dokumen yang diajukan oleh calon eksportir BBL yang akan melaksanakan kegiatan Pembudidayaan Lobster.
Tim uji tuntas inilah yang kemudian memeriksa permohonan program BBL PT DPP. Setelah sering melakukan koordinasi dan mengadakan persentasi, Jaksa menyebut perizinan untuk PT DPP belum dikeluarkan oleh KKP.