YOGYAKARTA - Cendekiawan muslim, Jalaluddin Rakhmat, meninggal dalam 72 tahun, di Rumah Sakit Santosa, Bandung, Senin (15/2/2021). Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir ikut berduka atas meninggalnya almarhum yang dikenal produktif menulis.
Haedar mengenal almarhum saat menimba ilmu di SMP Muhammadiyah 3 Bandung. Haedar juga pernah mengikuti Training Center Pemuda wilayah Jawa Barat yang saat itu almarhum menjadi master of training.
“Semoga almarhum husnul khatimah, diampuni kesalahannya, diterima amal salehnya, serta ditempatkan di sisi Allah SWT,” kata Haedar.
Baca juga: Ternyata 4 Hari Sebelumnya Istri Jalaluddin Rakhmat Juga Meninggal
Haedar mengemukakan, almarhum Jalaluddin Rakhmat merupakan kader Muhammadiyah. Dia pernah menjadi pengurus Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Bandung, serta guru di SMP Muhammadiyah 3 Padasuka Bandung.
“Almarhum sebagai cendekiawan muslim yang produktif menulis dengan tulisan yang menarik, ceramah-ceramahnya juga memikat,” ujar Haedar.
Haedar mengenang almarhum Jalaluddin Rakhmat memilih jalur pemikiran yang berbeda dari arus utama cendekiawan muslim Indonesia. Hal itu menjadi bagian dari dinamika seseorang dalam perjalanan hidupnya sekaligus keragaman dalam pemikiran keislaman di dunia Islam.
Baca juga: Selayang Pandang Jalaluddin Rakhmat, Pendiri IJABI dan Mantan Anggota DPR dari PDIP
Diberitakan sebelumnya, jenazah cendikiawan Jalaludin Rakhmat langsung dimakamkan di pemakaman keluarga di Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (15/2/2021) malam ini. Pemakaman berlangsung dengan protokol Covid-19 ketat.
Jalaluddin sebelumnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 berdasarkan hasil swab test. Setelah menjalani perawatan beberapa hari di Rumah Sakit Santosa Internasional Bandung, Jalan Cibadak, Kota Bandung, Jalaludin Rahmat meninggal dunia, Senin (15/2/2021) pukul 15.45 WIB.