JAKARTA - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Letjen TNI M. Herindra menyebut suatu negara tak hanya memiliki ancaman datang dari bidang militer saja, akan tetapi juga dari non-militer.
Menurutnya, perkembangan lingkungan strategis baik itu di lingkungan global, regional maupun nasional telah menciptakan suatu ancaman dan tantangan yang kompleks terhadap pertahanan negara.
"Ancaman dan tantangan tidak lagi dominasi ancaman militer, tetapi ancaman non militer," kata Herindra saat menghadiri acara Rembug Nasional Program Bela Negara yang disiarkan secara daring, Rabu (24/3/2021).
Kompleksitas ancaman itulah, menurutnya perlu dipahami dan dimengerti oleh setiap warga negara yang menjadi bagian dari unsur pertahanan negara. Oleh karenanya, diperlukan kesadaran hak dan kewajiban dalam membela negara sesuai profesinya masing-masing.
"Kesadaran bela negara inilah yang menjadi modal sosial sekaligus daya tangkal bangsa sehingga setiap warga negara memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman non-militer," ungkapnya.