JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan data per 6 April 2021 pukul 14.00 WIB, sebanyak 84 orang meninggal dunia akibat bencana banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu 4 April 2021, lalu. Selain itu, total korban hilang mencapai 103 orang, kemudian 123 orang luka-luka dan jiwa terdampak 2.683.
Banjir bandang tersebut akibat cuaca ekstrem dari siklon tropis seroja. Dimana 11 wilayah administrasi kabupaten dan kota yang terdampak antara lain Kota Kupang, Kabupaten Flores Timur, Malaka, Lembata, Ngada, Sumba Barat, Sumba Timur, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan.
“Akibat dari angin yang bercuaca ekstrem dari siklon seroja di NTT ini, yang menyebabkan bencana di 11 Kabupaten Kota ya. Dari 11 kabupaten kota yang terdampak ini, hasil dari pendataan kami 84 meninggal dunia. Jadi kesepakatan kemarin yang sudah ditanyakan meninggal dunia yang telah ditemukan jenazahnya dan telah diverifikasi,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, dalam konferensi pers virtual dari Graha BNPB, Jakarta, Selasa (6/4/2021).
Baca juga: Banjir dan Longsor NTT: Cuaca Ekstrem, Pengiriman Logistik ke Pulau Adodara Terkendala
Raditya mengatakan, bahwa data jumlah korban sangat dinasmis. “Sekali lagi, data akan sangat dinamis dan akan terus kami update bilamana ada penambahan,” tuturnya.