Setiap kali pergi bertugas, Guntur yang kini berusia 39 tahun, selalu menyempatkan diri untuk memberi kabar. Baik melalui sambungan telepon maupun video call. Terkadang sambungan telepon agak terganggu karena Guntur berada di tengah laut. Dimana jaringan telepon kurang begitu bagus.
“Saya kontak terakhir dengan suami Senin (19/4/2021) pagi. Suami saya bilang, dik, doain ya,” kata Berda menirukan ucapan Guntur.
Dia menjelaskan, sebelumnya, Guntur Ari Prasetya pernah ikut latihan dengan Kapal Selam KRI Nanggala-402 beberapa tahun lalu. Saat itu, latihan berhasil. Biasanya, kata, jika ada tugas bersama Kapal Selam KRI Nanggala-402, paling lama hanya sekitar tiga minggu. Berbeda dengan kapal atas air yang waktunya bisa sampai berbulan-bulan.
“Saya tahu kabar KRI Nanggala-402 hilang kontak dari grup WA ibu-ibu KRI Nanggala. Sampai saat ini belum ada kabar terbaru. Semua masih menunggu,” terangnya.
Sementara itu, di kediaman Berda Asmara ini tidak ada aktifitas apapun. Sebenarnya, ketika suaminya sedang tidak bertugas, dia tinggal di daerah Lontar, Surabaya barat. Rumah itu merupakan kediaman suaminya. Sementara di di Jalan Pulo Tegalsari, Gang Sandiwara Nomor 8, merupakan rumah orang tua Berda.
“Saya di Lontar kan sendirian kalau suami bertugas. Jadi sekarang tinggal di rumah orang tua saya,” ujar Berda.
(Awaludin)