“Ada pendopo yang bisa didesain ruang besuk terbatas. Aturan karantina ini dibuat agar memutus penyebaran kasus Covid-19,” katanya.
Tercatat sebanyak 226 warga Berjo masih di perantauan. Kebanyakan di Kalimantan sedangkan sebagian kecil di Jabodetabek. Juga ada di luar negeri. Dipastikannya, belum satupun pulang mudik.
“Sebaiknya silaturahmi via telepon saja. Kami sudah memerintahkan bayan, kadus, RT dan masyarakat supaya mengawasi kedatangan pemudik. Saat ada yang pulang, langsung diarahkan karantina dulu,” katanya.
Jika telah menyelesaikan masa karantina, dipersilakan berkumpul keluarga asalkan tak memunculkan gejala demam. Ia menyebut pendirian tenda karantina sekadar jaga-jaga. Pemindahannya dari Telaga Madirda supaya menjauhkan dari para pengunjung wisata.
“Tahun lalu, karantina di Telaga Madirda diikuti 10 orang. Tapi hanya tiga yang selesaikan masa karantina,” katanya.
(Khafid Mardiyansyah)