JAKARTA - Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokroadiatmodjo merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) pertama.
Soekanto lahir di Bogor, 7 Juni 1908 dan wafat di Jakarta, 25 Agustus 1993 dalam usia 85 tahun. Soekanto merupakan anak dari pasangan R Martomihardjo dan Kasmirah. Karena ayahnya adalah seorang pamong praja, Soekanto kecil memang lekat dengan kehidupan disiplin dan serba tertata.
Soekanto berkesempatan mendapatkan pendidikan Barat seperti Frobel School atau taman kanak-kanak, ELS (Europeesche Lagere School) atau sekolah dasar dan HBS (Hogereburgerschool) atau sekolah menengah.
Bahkan, Soekanto juga mengenyam pendidikan di RHS (Rechtshoogeschool) yang merupakan sekolah tinggi hukum. Tempaan pendidikaan Belanda membuat pemikiran Soekanto menjadi lebih maju dan kritis.
Namun, meski bersekolah bersama bangsa Eropa, Soekanto tetaplah pribumi yang tidak terseret kebudayaan dan kebiasaan Belanda.
Baca Juga: Terdampak Covid-19, Polri Kerahkan Bantuan ke Mahasiswa Perantauan Indonesia Timur
Masa kuliah Soekanto bisa dikatakan sangat berwarna. Di sana, ia banyak mengenal tokoh pergerakan dan banyak mendiskusikan tentang perjuangan meraih kemerdekaan.
Di tahun 1930, Soekanto berhasil menjadi siswa Aspirant Commisaris van Politie dan harus menempuh pendidikan lanjutan selama 3 tahun. Akhirnya, pada 1933 Soekanto lulus dan diberi pangkat Komisaris Polisi kelas III.