Dalam diskusi dengan Dewan Pers bulan Juli lalu, sebut Mahfud, terungkap kurang dari 1.000 media mainstream yang terverifikasi dan bisa diidentifikasi karena jelas pengurus dan strukturnya. Namun, terdapat 800 ribu media yang bebas membuat berita apa saja tanpa ada penanggung jawab redaksi yang jelas.
"Sumber hoaks banyak dari media sosial dan media abal-abal, sedang yang dari media mainstream meski memuat kritik, umumnya masih bisa diterima. Kita sedang berusaha mengatasi masalah ini melalui telaah terhadap peraturan perundang undangan, deteksi intelijen, dan keamanan," tutur Mahfud.
Di samping itu, ihwal penanganan Covid-19 terutama masalah vaksin, Eks Ketua MK itu menuturkan bahwa jumlahnya mamat tercukupi. Hanya tinggal mengerahkan vaksinator ke pondok pesantren yang hendak diituju. "Nanti BNPB supaya berkoordinasi dengan gubernur," sebutnya.
(Arief Setyadi )