Udang Selingkuh
Hidangan lain yang identik dengan Papua adalah udang selingkuh. Biasanya, makanan ini ditemui di Wamena. Udang selingkuh, adalah jenis udang yang berhabitat di sungai Baliem.
Hewan ini diberi nama udang selingkuh, lantaran capit yang dimilikinya serupa dengan kepiting. Cerita yang beredar di masyarakat, udang ini adalah hasil perselingkuhan antara udang dengan kepiting.
Biasanya udang ini diambil langsung oleh masyarakat sekitar dan dijual ke pasar. Konsumennya adalah mereka yang memiliki usaha restoran dan rumah makan, untuk selanjutnya diolah.
Udang selingkuh umumnya diolah dengan cara digoreng atau direbus. Akan tetapi, masyarakat setempat juga gemar mengolah udang ini dengan bumbu saus asam manis. Udang selingkuh memiliki rasa daging yang menyerupai lobster. Sementara itu, hampir seluruh bagian tubuhnya bisa dimakan, kecuali kepala.
Baca juga: Eco Wisata Mangrove Perketat Prokes, Ratusan Masker Gratis Disiapkan bagi Pelancong
Sate Ulat Sagu
Makanan asli Papua lain yang bisa dicicipi oleh atlet ataupun wisatawan saat perhelatan PON adalah sate ulat sagu. Seperti namanya, sate ini memang berbahan dasar ulat sagu.
Masyarakat mendapatkan ulat sagu dari pohon sagu yang dipotong dan dibiarkan membusuk. Makanan ini rupanya kaya akan protein dan sangat dianjurkan dimakan oleh para penderita diabetes. Selain disate, ulat sagu bisa disantap pula dengan cara digoreng.
Baca juga: Jelang PON Papua, Yuk Intip Deretan Spot Selfie Menarik di Jayapura
Awalnya, ulat sagu dimakan oleh suku Kamoro dalam acara pemberian nama anak laki-laki yang baru saja lahir. Ulat sagu dihidangkan dengan kerang dan campuran tepung sagu, serta dibungkus dengan daun sagu berukuran cukup panjang.
(Fakhrizal Fakhri )